Tuesday, December 1, 2015

Inilah Manfaat Khitan



SIRKUMSISI atau yg lebih kadang dikenal sebagai khitan atau sunat telah menjadi kebiasaan umum pada masyarakat Indonesia. Ternyata melakukan sirkumsisi tidak cuma bermakna sunnah dalam ajaran Islam, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan.

Ada berbagai kelainan atau penyakit yg mengharuskan seseorang bagi melakukan sirkumsisi. Menurut WHO sirkumsisi atau genital cutting adalah pemotongan alat kelamin atau praktek kuno yg dijalankan oleh masyarakat di segala dunia bagi alasan-alasan sosial-kultural yg hingga ketika ini masih berlangsung.

Secara medis tak ada batasan umur buat melakukan sirkumsisi. Di Indonesia menurut WHO umur yg paling tidak jarang adalah 5-12 tahun dan banyaknya anak laki-laki bagi melakukan sirkumsisi adalah 85% (8,7 juta).
Indonesia memiliki masyarakat yg mayoritas Islam namun dilihat dari hasil penelitian WHO masih sedikit melakukan sirkumsisi daripada negara lain. Hal ini akibat kurangnya keterangan yg diberikan kepada masyarakat bahwa sirkumsisi memiliki begitu banyak manfaat terutama mencegah AIDS dan kanker serviks. Apalagi Indonesia termasuk salah sesuatu negara dengan risiko penyakit seks menular di Asia Tenggara yg cukup tinggi.

Secara medis sirkumsisi ini dimaksudkan untuk:
1. Menjaga higiene penis dari kotoran pada ujung penis (smegma) dan sisa-sisa urine
2. Mencegah terjadinya infeksi pada kepala penis (glans/prepusium)
3. Mencegah timbulnya kanker penis.
Sirkumsisi tak cuma dikerjakan pada laki-laki tapi juga biasa dikerjakan oleh perempuan, istilah internasionalnya disebut female genital mutilation atau female genital cutting/FGC. Namun hal ini tak disarankan dewasa ini, karena berisiko dan tak terlalu signifikan dalam kesehatan.

Walaupun sirkumsisi mempunyai banyak manfaat tapi tak jarang orang tua takut buat melakukan sirkumsisi terhadap anaknya. Hingga ketika ini masih ada orang tua yg berpikir negatif terhadap sirkumsisi padahal kami telah mengetahui bahwa sirkumsisi mampu mencegah penyakit AIDS dan kanker serviks. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati

No comments:

Post a Comment